Waspada! Sinar UV Ekstrem Bakar RI, Ini Tips Pilih Sunscreen

Warga menggunakan payung untuk menghindari paparan sinar matahari di kawasan Jakarta, Senin (17/4/2023). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Sejumlah wilayah Indonesia tengah dibayangi paparan sinar Ultraviolet (UV) level tinggi beberapa hari terakhir. Untuk mencegah resiko kesehatan kulit akibat paparan UV tinggi, masyarakat diimbau menggunakan sunscreen.

Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) menyebutkan, pada Selasa, (24/4/2023), Indeks UV mulai meningkat pukul 10.00 WIB. dimana wilayah Sumatra dan sebagian Jawa pada pukul 10.00 WIB diprediksi memiliki tingkat UV sedang-tinggi.

Pada pukul 11.00-12.00 WIB, https://totojpslot.online/ BMKG memprakirakan tingkat Indeks UV di wilayah Indonesia sangat tinggi (merah, risiko bahaya sangat tinggi) hingga ekstrem (ungum risiko bahaya sangat tinggi).

Pada level ini, Indeks UV berkisar 8-10, bahkan melampau 11. Ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Menanggapi hal ini, Dokter spesialis kulit dan kelamin dr Fitria Amalia Umar SpKK mengatakan, paparan sinar UV B dapat menyebabkan beberapa penyakit kulit seperti sunburn, kerusakan sel kulit ringan sampai kanker kulit (melanoma, karsinoma, sel basal, karsinoma sel skuamosa).

“Dampak buruk ini bisa terakumulasi, sehingga semakin sering paparan dan semakin tinggi intensitasnya semakin tinggi pula kerusakan kulit yang terjadi, ungkap Fitria, dikutip dari┬ádetik.com┬ápada Selasa, (25/4/2023).

Untuk menghindari hal itu, masyarakat bisa memproteksi diri dengan memakai pakaian berlengan panjang, payung hingga sunscreen ketika beraktivitas di luar ruangan.

Untuk UV ekstrem, dokter menyarankan untuk memakai sunscreen di atas SPF 30 dan PA+++, dan digunakan berulang setiap 2 jam sekali.

Adapun lebih lanjut dr Fitria juga menambahkan, untuk kulit berjerawat, pilihlah sunscreen yang bersifat non-komedogenik, bentuknya bisa berupa gel atau water based.

“Bisa juga pilih sunscreen yang mengandung mengurangi inflamasi jerawat atau maintenance pada acne prone skin seperti mengandung niacinamide, hindari yg mengandung parfum,” tambahnya.

Bagi yang berjerawat, ia pun menyarankan untuk menggunakan krim anti jerawat sebelum memakai sunscreen. Sunscreen yang memiliki kandungan non-parfum dan moisturizer juga bisa digunakan untuk kulit sensitif.

“Segera cuci bersih setelah selesai digunakan. Physical sunscreen lebih disarankan,” tutup dia.

Di sisi lain, berikut penjelasan dan imbauan BMKG saat Indeks UV berbahaya:

Merah

UV Indeks: 8-10

Kategori: Very High (Resiko bahaya sangat tinggi)

Imbauan:

– Tingkat bahaya tinggi bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung, diperlukan tindakan pencegahan ekstra karena kulit dan mata dapat rusak dan terbakar dengan cepat
-Minimalisir waktu di bawah paparan matahari antara pukul 10 pagi hingga pukul 4
sore
– Tetap di tempat teduh pada saat matahari terik siang hari
– Kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar, dan kacamata hitam yang menghalangi sinar UV, pada saat berada di luar ruangan
– Oleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang, atau berkeringat
– Permukaan yang cerah, seperti pasir, air, dan salju, akan meningkatkan paparan UV.

Ungu

UV Indeks: >11

Kategori: Ekstrem (Resiko bahaya sangat ekstrem)

Imbauan:

– Tingkat bahaya ekstrem bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung diperlukan semua tindakan pencegahan terhadap kulit dan mata.
– Hindari paparan sinar matahari antara pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore
– Tetap di tempat teduh pada saat matahari terik siang hari
– Kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar, dan kacamata hitam yang menghalangi sinar UV, pada saat berada di luar ruangan
– Oleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang, atau berkeringat.
– Permukaan yang cerah, seperti pasir, air, dan salju, akan meningkatkan paparan UV.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*