KCI Blak-blakan Alasan Mendesak Impor KRL Bekas Jepang

TANJUNG PRIOK, JAKARTA, JAN-06 : Workers lowered a series of electric train from Japan upon arrival at Tanjung Priok Port, Jakarta, on January 06,2016. A total of 18 units to serve commuter KRL Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi arrived at Tanjung Priok Port, marking the end of the procurement program trains 120 PT KAI Commuter Jabodetabek 2015. (Photo by Dasril Roszandi/NurPhoto) (Photo by NurPhoto/NurPhoto via Getty Images)

Vice President Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba mengungkapkan impor KRL bekas Jepang mendesak untuk dilakukan segera. Alasannya, untuk memenuhi kapasitas angkut, di mana pengguna jasa KRL pada tahun 2025 diprediksi bisa mencapai 2 juta orang per hari.

“Nah, yang sangat¬†urgent, bagaimana sebenarnya kapasitas angkut. Karena kita tahu, tahun 2025 pengguna jasa KRL diprediksi bisa mencapai 2 juta (per hari),” kata Anne dalam CNBC Indonesia Profit, Jumat (3/3/2023).

Anne mengatakan, impor KRL bekas adalah untuk kebutuhan existing, bahwa saat ini banyak kereta yang harus diganti sehingga inilah yang dibutuhkan untuk replacement. Jadi, berjalan berbarengan dengan produksi kereta baru dengan PT INKA.

“Kita melihat upaya pemerintah dalam membangun peta sarana perkeretaapian ini sangat luar biasa, yakni double track sampai Manggarai, itu juga membutuhkan dukungan sarana. Sehingga, kenapa kami mengajukan disupport¬†untuk melakukan replacement terhadap kereta-kereta bekas ini, kalau nanti produksi barunya terus datang tapi yang existing tidak dipenuhi, ini akan tetap menjadi gap,” ujarnya.

Adapun rencana impor KRL bekas tersebut adalah sebanyak 10 trainset, yang berasal dari Jepang.

Impor kereta bekas memang menjadi pilihan utama untuk menggantikan kereta-kereta yang dikonservasi. Terdapat pilihan lain dengan melakukan upgrade teknologi pada kereta yang akan dikonservasi, hanya saja pilihan tersebut membutuhkan waktu 1-2 tahun untuk pengerjaannya. KAI Commuter juga sudah berdiskusi dengan INKA, Jepang dan Spanyol terkait sharing upgrade teknologi ini

“Yang 10 ini adalah kereta yang akan dikonservasi. Di diskusi kita ada yang menyarankan upgrade atau maintenance teknologinya untuk bisa diperlama konservasinya. Sehingga pada bulan September, kami mengajukan kepada Kementerian Perdagangan, tidak langsung ke Kementerian Perindustrian untuk diberikan izin me-replace kereta yang harus dikonservasi,” ujar dia.

Anne mengatakan, tujuan KCI yang paling utama adalah untuk safety (keamanan) dan pelayanan. “Selama maintenance kami sudah tidak memenuhi untuk safety, pasti kereta-kereta tersebut tidak akan dijalankan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*