Kacau! Israel Makin Jadi, Jalur Gaza Palestina Digempur Rudal

Pasukan Israel menyerbu masjid Al Aqsa di Yerusalem untuk kedua kalinya, Rabu (5/4) malam waktu setempat, usai menangkap ratusan orang yang dianggap provokator. (REUTERS/AMMAR AWAD)

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan serangan ke Gaza, Palaestina pada Kamis malam (6/4/2023), tak lama setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membuat pernyataan video yang menyebut bahwa musuh negaranya akan “membayar harga untuk setiap agresi”.

Mengutip Aljazeera, serangan militer Israel diikuti oleh laporan ledakan di Gaza saat pesawat tempur terbang di langit Gaza. Meskipun sejauh ini tidak ada korban atau cedera yang dilaporkan, tetapi beberapa lokasi menjadi sasaran serangan rudal.

Ledakan tersebut juga memporak-porandakan lahan pertanian di Beit Hanoun di Jalur Gaza utara, dan dua lokasi di selatan Kota Gaza. Dua lokasi tersebut, yaitu lahan pertanian di timur lingkungan Al-Zaitoun dekat Kota Gaza dan satu lokasi lainnya di timur Khan Yunis di Jalur Gaza selatan.

Militer Israel mengatakan pihaknya telah menyerang dua terowongan dan dua fasilitas senjata di Gaza. Sumber berita AFP mengatakan sumber keamanan Palestina mengindikasikan bahwa tempat pelatihan Hamas juga terkena serangan tersebut.

Di Twitter, Pasukan Pertahanan Israel juga mengatakan bahwa sirene serangan udara juga terdengar di Israel selatan.

Netanyahu dilaporkan dalam rapat Kabinet Keamanan saat serangan udara itu terjadi. Di antara topik yang didiskusikan adalah laporan tentang tembakan roket yang baru-baru ini diterima Israel.

Setelah pertemuan itu, Netanyahu mengeluarkan pernyataan singkat. “Tanggapan Israel, malam ini dan seterusnya, akan mendapatkan harga yang mahal dari musuh kita,” ujarnya, dikutip Jumat (7/4/2023).

Israel menyalahkan kelompok Palestina Hamas atas serangan roket tersebut. Sementara itu, Hamas menanggapi serangan udara dengan pernyataan: “Kami menganggap pendudukan Zionis bertanggung jawab penuh atas eskalasi yang parah dan agresi mencolok terhadap Jalur Gaza dan atas konsekuensi yang akan terjadi di wilayah tersebut.”

Serangan di Gaza, yang menjadi daerah kantong Palestina yang diblokade di pantai Laut Mediterania, terjadi setelah militer Israel mengatakan bahwa roket telah ditembakkan dari jalur itu ke Israel selatan selama dua hari berturut-turut.

Tembakan roket terjadi di tengah ketegangan yang sedang berlangsung atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem oleh pasukan Israel. Tembakn granat kejut yang dilayangkan menyerang jamaah Palestina dan mengusir mereka dari tempat suci saat mereka berkumpul untuk sholat Ramadhan.

Pada Rabu pagi, otoritas Israel mengatakan mereka menerjunkan empat rudal dari Gaza sebagai tanggapan atas dua serangan di Masjid Al-Aqsa. Pesawat-pesawat Israel kemudian melancarkan serangan ke Gaza, dan mengenai sasaran di kamp pengungsi Nuseirat di tengah jalur itu serta dua lokasi di sebelah barat Kota Gaza.

Militer Israel mengatakan telah menerima lebih banyak tembakan roket dari Gaza pada Kamis pagi. Namun, tidak ada korban yang dilaporkan.

Selanjutnya hari Kamis waktu setempat, Israel mengklaim telah menerima tembakan roket dari Lebanon untuk pertama kalinya sejak April lalu. Ke-34 roket yang dilaporkan merupakan yang terbesar sejak perang 34 hari Israel dengan pasukan Hizbullah pada tahun 2006.

Sedangkan Kantor Berita Nasional Lebanon mengatakan, Israel merespon dengan menembakkan semburan artileri ke seberang perbatasan. Tidak ada korban yang dilaporkan di sana, meskipun layanan darurat Israel mengklaim seorang pria terkena pecahan peluru dan seorang wanita terluka saat mencari perlindungan.

Israel telah mengindikasikan bahwa tembakan roket dari Lebanon berasal dari Hamas atau kelompok lain yang berbasis di Gaza. “Ini adalah acara yang berorientasi pada Palestina,” kata juru bicara militer Israel Richard Hecht.

Mantan kepala intelijen militer Israel Tamir Hayman, memberikan penilaiannya di Twitter: “Apa yang kami lihat adalah penembakan Palestina yang meluas dari Lebanon. Ini bukan penembakan Hizbullah, tapi sulit dipercaya bahwa Hizbullah tidak mengetahuinya.”

Netanyahu mengeluarkan pernyataan di Twitter sebelumnya pada hari Kamis yang mengumumkan Israel akan “melumpuhkan musuh-musuhnya” setelah tembakan roket.

Dia menambahkan bahwa ketika diuji, orang Israel akan “bersatu dan mendukung tindakan IDF dan pasukan keamanan lainnya untuk melindungi negara kita dan warganya”.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*