3 Skenario ‘Balas Dendam’ Joe Biden terhadap Iran

3 Skenario ‘Balas Dendam’ Joe Biden terhadap Iran

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato saat acara kampanye di Gereja Mother Emanuel AME, lokasi penembakan massal tahun 2015, di Charleston, Carolina Selatan, AS, 8 Januari 2024. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji akan memberikan tanggapan yang sesuai terkait serangan yang menewaskan tiga anggota militernya di perbatasan Yordania-Suriah beberapa waktu lalu.

AS sendiri menyebut serangan yang menghantam pos militer, yang dikenal sebagai Tower 22, mereka kaitkan dengan militan yang didukung oleh Iran.

Meski AS https://citykas138.com/ menyalahkan Teheran atas tindakan sekutunya, juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) John Kirby mengatakan negaranya tidak ingin berperang dengan Iran.

Setidaknya ada tiga kemungkinan bagaimana AS membalas serangan pesawat tak berawak yang menewaskan tiga tentara serta melukai puluhan anggota militer Amerika tersebut. Berikut paparannya:

Menargetkan Fasilitas IRGC di Irak dan Suriah

Ada banyak pangkalan, gudang senjata, dan depot pelatihan di seluruh Irak dan Suriah milik milisi dukungan Teheran yang dilatih, diperlengkapi, dan didanai oleh Pasukan Quds Garda Revolusi Iran (IRGC), meskipun tidak selalu diarahkan oleh mereka.

Sejauh ini, serangan rudal berpemandu presisi terhadap pangkalan-pangkalan tersebut gagal menghalangi milisi, yang telah melancarkan lebih dari 170 serangan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di wilayah tersebut sejak dimulainya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023.

Politico melaporkan para pejabat AS mengatakan bahwa pilihan yang ada termasuk menyerang personel Iran di Suriah atau Irak atau aset angkatan laut Iran di Teluk Persia.

“Saya pikir pilihan utama Pemerintahan Biden adalah menargetkan fasilitas pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) di Suriah dan Irak,” kata Dennis Fritz, direktur Jaringan Media Eisenhower (EMN) yang menekankan perdamaian dan diplomasi dalam kebijakan luar negeri AS, seperti dikutip Newsweek.

Namun Fritz mengatakan bahwa tindakan seperti itu dapat membuat Iran merespons secara langsung “dengan serangan terhadap kapal dan pangkalan Amerika di Timur Tengah yang menampung personel kami” dan hal ini dapat menyebabkan perang yang lebih luas.

Serangan Dunia Maya

Kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Poros Perlawanan yang didukung Iran telah melakukan serangan denial-of-service (DDoS) terhadap pemerintah, penyedia infrastruktur penting, dan organisasi media.

Andrew Borene, direktur eksekutif di perusahaan intelijen ancaman global Flashpoint, menyebut ini artinya pembalasan AS dapat mempunyai komponen dunia maya.

Pembalasan lain yang lebih lunak dan mungkin dipertimbangkan oleh AS adalah sanksi keuangan yang lebih ketat, yang ditujukan kepada anggota rezim Iran dan keluarga mereka. Namun ini juga dapat mencakup serangan siber atau operasi siber ofensif ke luar negeri.

“Anda tidak perlu meluncurkan hulu ledak ke Iran untuk mengganggu kapasitas militer Iran,” katanya. “Perubahan ini juga akan menjadi pergeseran ke arah kampanye untuk menurunkan dan mengganggu dan pada akhirnya mungkin menghancurkan jaringan ini.”

Serangan Langsung ke Iran

Serangan balasan terhadap kelompok Houthi di Yaman dan penempatan kembali aset angkatan laut AS ke posisi yang mengancam sejauh ini tidak menghalangi kekerasan yang didukung Teheran, sehingga memicu seruan untuk melakukan pembalasan langsung ke Iran.

Borene mengatakan bahwa serangan di Yordania pada Minggu “membuka spektrum kegiatan yang sejauh ini mungkin tidak disukai oleh masyarakat Amerika.”

“Menyerang sasaran yang secara efektif akan melemahkan dan menghalangi kemampuan Iran untuk menyediakan sumber daya lebih lanjut kepada kelompok teroris yang melakukan serangan semacam ini mungkin memerlukan operasi yang berdampak di dalam wilayah Iran, yang membawa risiko menuju keadaan perang antara Iran dan AS,” katanya.

Namun baik Washington maupun Teheran bersikeras bahwa mereka tidak ingin terlibat dalam perang skala penuh. Di sisi lain, Iran dapat meresponsnya dengan mencoba menutup Selat Hormuz, yang menjadi jalur aliran 20 persen minyak dan gas dunia, sehingga memberikan pukulan telak bagi ekonomi dunia.

“Serangan terbatas terhadap sasaran di Iran akan menimbulkan pembalasan yang sepadan dari Iran. Jadi serangan terhadap fasilitas Garda Iran atau pangkalan udara dan angkatan laut akan mengakibatkan serangan balasan terhadap pangkalan AS di Irak dan Suriah,” kata direktur asosiasi EMN, Matthew Hoh.

“Respon Iran terhadap pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani oleh AS pada Januari 2020 adalah contoh yang baik. Mudah-mudahan, di situlah hal ini akan berakhir,” katanya. “Namun, ada bahaya jika konflik ini tidak berakhir dan siklus saling balas semakin meningkat-yang disebabkan oleh tekanan politik internal AS dan Iran.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*