10 Taman Hiburan Dunia yang Dulu Ramai Kini Bak Rumah Hantu

Swings and a ferris wheel remain in an abandoned amusement park of Pripyat, Ukraine. The park was scheduled to open on May 1, 1986, for the Soviet May Day celebrations. It never opened, as the Chernobyl disaster happened on April 26, 1986, a week before the opening. (Claudia Himmelreich/McClatchy DC/Tribune News Service via Getty Images)

Ada sejumlah taman hiburan di dunia yang dulu ramai dikunjungi kini hanya tinggal kenangan. Sebagian terbengkalai dan seolah berubah jadi rumah hantu.

Mereka ditinggalkan oleh pemilik dan https://hokijackpot.online/ operator karena berbagai alasan. Mulai dari sepinya jumlah pengunjung, bencana alam, kesulitan keuangan atau hanya karena mereka tidak lagi relevan dengan pengunjung taman modern.

“Kami menganggap taman hiburan sebagai tempat yang semarak, penuh warna dan ceria. Tapi taman hiburan yang terbengkalai adalah kebalikannya, rusak dan kosong,” kata Jim Futrell dari National Amusement Park Historical Association.

Berikut adalah 10 taman hiburan dunia yang dulu memesona kini terbengkalai mengutip CNN Travel.

1. Berliner Spreepark (Jerman)

Hal yang paling menakjubkan dari taman hiburan Jerman yang sudah tidak berfungsi ini bukanlah wahana seperti bianglala raksasa atau roller coaster yang terbengkalai, tetapi fakta lain yakni bahwa taman itu diciptakan oleh Komunis Jerman Timur sebagai sarana bagi kaum proletar untuk bersenang-senang.

Taman ini beroperasi dari tahun 1969 hingga 2001. Lahan tersebut sekarang menjadi taman besar dengan jalur pejalan kaki yang mengarah ke banyak wahana terbengkalai.

Pemerintah kota telah mengumumkan rencana untuk melestarikan beberapa objek wisata lama, terutama bianglala ikonik.

2. Mimaland (Malaysia)

Terletak di pinggiran Kuala Lumpur, Malaysia In Miniature Land (Mimaland) aktif dari tahun 1975 hingga 1994. Dianggap sebagai taman hiburan pertama di Asia Tenggara, taman ini memiliki danau buatan, kolam renang besar dengan seluncuran air raksasa, dan Kerajaan Satwa Prasejarah.

Pemerintah memaksa penutupan Mimaland setelah tanah longsor dan masalah keamanan lainnya. Tiga puluh tahun kemudian, dinosaurus dan megafauna seukuran taman, mobil bemper, dan atraksi lainnya telah ditelan oleh hutan.

3. Taman Hiburan Camelot (Inggris)

Terletak di pedesaan Lancashire yang rindang dekat Manchester dan Liverpool, Kerajaan Sihir Camelot menghidupkan kembali kisah Raja Arthur dan Ksatria Meja Bundarnya di lokasi bekas danau yang menampilkan legenda abad pertengahan.

Dahulu kala, taman ini menampilkan para ksatria yang sedang menunggang kuda, Pertunjukan Sulap Merlin, roller coaster Dragon Flyer dan Knightmare, serta wahana dan pertunjukan bertema abad pertengahan lainnya.

Setelah terbengkalai, taman ini berfungsi sebagai atraksi zombie drive-thru sebelum reinkarnasi saat ini sebagai Scare City, pengalaman horor berjalan-jalan melalui reruntuhan Camelot yang menyeramkan.

4. Six Flags New Orleans (Louisiana)

Menjadi korban Badai Katrina, taman hiburan Louisiana ini dibuka hanya selama lima tahun (2000-2005) sebelum dibanjiri air setinggi enam kaki yang membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk menguap atau mengering.

Sebelum badai, taman ini dibagi menjadi enam tema, termasuk area yang didedikasikan untuk pahlawan super DC Comics dan karakter kartun Looney Tunes.

Pada bulan Maret tahun ini, kota New Orleans mengumumkan kesepakatan dengan pengembang swasta untuk mengubah situs tersebut menjadi studio film, kompleks olahraga, dan pusat hiburan keluarga.

5. Nara Dreamland (Jepang)

Terletak di pinggiran utara kota Jepang yang bersejarah, taman ini dibuka pada tahun 1961 sebagai tiruan dari Disneyland California.

Bahkan ada atraksi Disneyesque seperti Sleeping Beauty Castle, Tomorrowland, dan Adventure Jungle Cruise. Dreamland ramai dikunjungi turis sampai Tokyo Disneyland dibuka pada tahun 1983, sejak itu jumlah pengunjung mulai menurun.

Taman ini bertahan hingga tahun 2006 dan merupakan tujuan populer bagi para penjelajah kota hingga dihancurkan sekitar satu dekade kemudian. Yang tersisa hanyalah jaringan restoran bergaya Amerika seperti Coco’s dan Il Bene Italian Buffet yang pernah melayani pengunjung taman hiburan dan dua stadion olahraga yang dibangun pada 1980-an untuk melengkapi Dreamland.

6. Jardin de Tivoli (Prancis)

Salah satu taman hiburan asli dunia, Taman Tivoli di Paris dikembangkan menjadi taman hiburan umum pada akhir abad ke-18 oleh Simon Gabriel Boutin. Taman ini menampilkan pertunjukan air, pantomim, kebun binatang, dan koleksi lainnya.

Jardin de Tivoli ditutup pada tahun 1842, karena ada perubahan tata kota. Satu-satunya yang tersisa dari taman yang dulu ramai ini adalah Square Hector Berlioz, awalnya disebut Nouveau Tivoli saat diresmikan pada tahun 1859.

7. Pripyat Amusement Park (Ukraina)

 

Hampir tidak ada orang di luar Ukraina yang pernah mendengar tentang taman hiburan ini sampai kehancurannya pada tahun 1986 setelah bencana Chernobyl yang hanya berjarak lima kilometer.

Konstruksi taman baru saja selesai, bahkan Pripyat Amusement Park bahkan tidak pernah melakukan grand opening karena bencana tersebut. Wahana kincir dan mobil bemper di taman itu melambangkan bencana nuklir terburuk dalam sejarah.

8. Yongma Land (Korea Selatan)

Taman hiburan terbengkalai yang hidup lagi dan mengadopsi fungsi baru amat jarang terjadi, namun hal langka ini dialami Yongma Land di Seoul. Taman tersebut kini menjadi tempat populer untuk produksi televisi, pemotretan fesyen, dan fotografi pernikahan. Kedua mempelai berpose di komidi putar yang sudah lapuk, mobil bemper, dan wahana lainnya.

Aktif dari tahun 1980 hingga 2011, ini adalah salah satu dari sedikit taman hiburan yang ditinggalkan.

9. Cypress Gardens (Florida)

Ketika dibuka pada tahun 1932 oleh Dick dan Julie Pope, taman ini menarik banyak orang untuk melihat pertunjukan ski air.

Tak kuat bersaing dengan taman hiburan modern Orlando, Cypress Gardens ditutup pada tahun 2009 dan akhirnya diserap ke dalam LEGOLAND Florida.

Bagian dari taman tua tetap ada termasuk pohon beringin raksasa – tetapi pertunjukan ski air yang terkenal telah digantikan oleh pertunjukan akrobat air bertema bajak laut.

10. Hồ Thủy Tiên (Vietnam)

Seekor naga beton raksasa yang pernah menjadi akuarium terus berjaga di atas danau yang pernah menjadi pusat taman air Hồ Thủy Tiên dekat Hue.

Masalah keuangan membuat taman itu hanya dibuka sesekali antara tahun 2004 dan 2011.

Saat ini menjadi objek wisata tidak resmi, naga yang membusuk, seluncuran air, dan fitur lainnya terlihat lebih mirip reruntuhan dari seribu tahun yang lalu daripada objek wisata abad ke-21.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*